Hasrat Seks Itu Anugerah

by

Sejak masa Muhammad SAW, keprihatinan terhadap tindakan diskriminasi terhadap orang yang berbeda pemahaman sudah berkembang. Saat itu, Muhammad SAW mengalami keprihatinan yang mendalam terkait penggunaan agama untuk mendiskriminasi orang lain, menafikan orang lain, dan menafikan minoritas. Demikian pokok pikiran yang disampaikan KH Hussen Muhammad dalam acara Rapat Pertemuan Daerah (RPD) PKBI DIY, kemarin (8/9). � Menurut Hussen, Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid Cirebon, pandangan-pandangan diskriminatif saat ini semakin menguat dan dibiarkan oleh kekuasaan, dan ini sangat menyedihkan. �Setiap hari saya harus berbuat ketika melihat diskriminasi, dan konstitusi diabaikan,� katanya. � Kekhawatiran yang lebih mendalam adanya fakta yang menunjukkan diskriminasi terhadap kelompok LGBT yang akan terus mengalami penindasan dan bahkan akan meningkat. �Kita harus bergerak bersama-sama, kita harus berjuang, jiak tidak akan mengancam konstitusi kita dan negara,� kata Pengasuh Pesantren itu. � Semestinya orientasi seksual tidak harus dipersoalkan. Sebab hasrat untuk senang dengan orang lain tidak bisa ditahan. �Cinta itu tiba-tiba,� ujar KH Hussen Muhammad, pendiri Sekolah Tinggi Fahmina, Cirebon. � Dengan pemahaman seperti ini, maka tidak tepat melihat homoseksual dengan mengaitkan kaumnya Nabi Luth. Dalam bahasa agama, homoseks selalu saja disamamaknakan dengan liwath, perilakunya NabI Luth. Padahal menurut Hussen, �homoseksual itu orientasi, hasrat, bukan perilaku seksual. Cinta kepada orang lain itu hasrat, dan hasrat seks itu given�tidak bisa ditolak karena itu anugerah. �Termasuk mencintaI sesama jenis kelamin. Hasrat mencintai sesama itu dimiliki semua orang tapi kadarnya berbeda-beda,� katanya. � KH Hussen Muhammad juga mengungkapkan fakta hasrat seks sejenis telah ada di mana-mana, bahkan sejak dinasti-dinasti awal Islam. Mereka memelihara ribuan laki-laki yang dikebiri untuk kesenangan. �Saya membaca sejarah,� ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *