KESPRO

Identifikasi Kebutuhan Kesehatan Reproduksi Mulai Dilakukan

Kebutuhan dasar kesehatan reproduksi perempuan seringkali terabaikan dalam situasi darurat. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) mengirimkan tim identifikasi berbagai kebutuhan kesehatan reproduksi perempuan di Sumatra Barat.

Hal itu disampaikan oleh Ir. Inne Silvianne, M.Sc, Direktur Pelaksana Pusat (Dirpelpu) PKBI Pusat saat diwawancara Swara Nusa hari ini. Menurutnya tim yang dikirim merupakan tim gabungan dari PKBI Pusat, PKBI Jambi dan PKBI Bengkulu. “Kita sudah mengirim tim itu.” katanya.

Inne juga mengatakan, pada saat yang sama, mereka menyalurkan dana sebesar Rp. 10.000.000,- melalui PKBI Bengkulu untuk disalurkan ke masyarakat. Dana yang ada dibelikan barang-barang kebutuhan dasar, seperti tikar, tenda, lampu badai. “Dari Bengkulu kita membawa beras melalui angkutan darat,” katanya.

Pengiriman tahap awal ini, menurut Inne berdasarkan informasi dari Direktur Pelaksana Daerah (Direpelda) PKBI Sumatra Barat. “Ia mengatakan kalau makanan instan sudah banyak tersedia,” ujar Inne.

Sedikitnya NGO yang bekerja dalam isu kesehatan reproduksi dan seksual, menjadi faktor utama yang menjadikan kebutuhan dasar kesehatan reproduksi perempuan terabaikan. Menurut Inne, PKBI harus menjadi leading sector untuk menyuarakan problem kesehatan reproduksi dan seksual di Sumatra Barat ini. “UNFPA akan mendukung kerja-kerja ini,” katanya.

Teman-teman di Jepang juga sudah memberikan komitmen mengirimkan bantunnya untuk mendukung PKBI dalam memberikan bantuan pemenuhan hak kesehatan reproduksi perempuan di wilayah gempa. Selain itu, kami juga sudah membuka rekening khusus jika masyarakat hendak memberikan bantuan kepada masyarakat di Sumatara Barat, terutama untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan reproduksi dan seksual.***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top