PERJUANGAN IDENTITAS

Kepala BKKBN: Katakan Tidak Pada Pernikahan Usia Dini

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, Dr Surya Chandra Surapaty MPH PhD membuka Temu Nasional Remaja Indonesia di Hotel Hyatt Yogyakarta, Selasa (21/3/2017). Acara yang terselenggara berkat kerjasama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan John Hopkins University Centre for Communication (JHUCCP) Indonesia, Rutgers WPF, UNICEF dan UNFPA serta berbagai pemangku kepentingan program remaja di Indonesia dihadiri oleh remaja dari 25 provinsi di indonesia.

Fokus yang diangkat dalam pertemuan ini adalah Upaya Menurunkan Angka Kehamilan dan kelahiran pada remaja yang menjadi bagian dari program pembangunan nasional. Dalam Rangka Pembangunan Jangka  Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019 disebutkan bahwa sasaran kesehatan reproduksi remaja pada tahun 2019 khususnya yang berkaitan dengan kehamilan dan kelahiran adalah (1) menurunkan angka kelahiran pada remaja (ASFR (15-19) menjadi 38 dari kondisi tahun 2014 yaitu 49, (2) meningkatkan median usia kawin pertama perempuan menjadi 21.0 tahun, (3) meningkatkan pengetahuan remaja terkait kesehatan reproduksi.

Kegiatan Temu Nasional Remaja Indonesia ini diawali oleh statement dari perwakilan remaja, Syofara Mukti Wijayanto dari Youth Forum DIY dan Wulandari dari Aliansi Remaja Independen NTB. dalam sambutanya Wulandari mengatakan ” kita sebagai remaja harus membuat gerakan bersama agar semuanya bersinergi mulai antara remaja, komunitas dan pengambil kebijakan dalam menurunkan angka kehamilan dan kelahiran pada remaja”. selain itu Syofara juga menambahkan bahwa remaja juga memiliki peranan penting dalam isu ini ” meskipun ada pemerintah dan organisasi lain dalam isu ini tetap remajalah yang menjadi peran utama”.

Dalam sambutanya Dr Surya Chandra Surapaty MPH PhD mengatakan bawa pernikahan pada usia anak menjadi salah satu ancaman keberlangsungan generasi muda indonesia, “katakan tidak pada pernikahan usia anak, jangan menikah dulu sebelum usia 21 tahun pada perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki”.

“semoga pertemuan tiga hari kedepan akan menghasilkan komitmen bersama untuk menjadikan indonesia yang berkualitas, berdikari dan berkepribadian” tambah Surya.

Kegiatan tersebut akan berlangsung selama tiga hari mulai dari tanggal 21-23 Maret 2017, dengan tujuan untuk menyepakati upaya strategis dalam hal ini rekomendasi dan program startegis untuk meningkatkan keterpaparan dan akses remaja terhadap informasi, konseling dan pelayanan kesehatan reproduksi untuk menurunkan angka kehamilan dan kelahiran pada remaja usia 10-19 tahun serta pendewasaan usia perkawinan. (Nai)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top