KESPRO

Mendesak, Membangkitkan Program KB

“Merefleksi kembali kejayaan program Keluarga Berencana pada periode 1990-an akan memudahkan untuk membangkitkan kembali program KB, pada level kader dan penyuluh,” kata Dra. Sri Murtiningsih, MS, Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Provinsi Jawa Tengah.

Penemuan inovasi baru dalam mengemas paket promosi program KB juga perlu dilakukan sehingga menjadi lebih menarik. Dra. Sri Murtiningsih, MS melihat lebih dari 90 persen masyarakat Indonesia mengetahui program KB. “Satuan Kerja Perangkat Daerah pengelola

program KB di lapangan cukup memfasilitasi penyediaan alat kontrasepsi,” katanya.

Penyiapan tenaga medis, hampir di semua tempat pelayanan kesehatan sudah terpenuhi. Saat ini, membutuhkan pendekatan yang lebih inovatif kepada masyarakat, sehingga mereka berbondong-bondong kembali mengikuti program KB.

Persoalan program KB ini mulai mendapatkan perhatian kembali. Setidaknya, karena berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 menunjukkan, program KB mengalami stagnasi. Angka Total Fertility Rate (TFR) Nasional tahun 2007 tetap di kisaran 2,6 dibandingkan tahun 2003 yang ada di angka 2,1. Meskipun, jika melihat keikutsertaan masyarakat dalam KB diukur dari pemakaian alat kontrasepsi selama kurun waktu lima tahun itu, bisa dibilang meningkat.

Hadziq Jauhary, Biro Jawa Tengah

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top