Editorial

Program penanggulangan HIV dan AIDS di Papua

Program penanggulangan HIV dan AIDS di Papua kembali didiskusikan. Sebenarnya tidak ada yang terlalu mengherankan dengan diskusi ini. Sebab program apapun dan di mana pun, memang harus didiskusikan dengan baik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan penilaian seluruh proses yang ada. Dan lebih penting lagi partisipasi aktif dari masyarakat dalam setiap tahapan program.

Pada titik inilah, program apa pun di Papua, tidak hanya HIV dan AIDS, selaku berhadapan dengan masalah partisipasi aktif rakat bawah. Program yang dikembangkan sudah dirancang dari dunia antah berantah, yang sama sekali tidak pernah dikenali masyarakat itu sendiri. Ironisnya, alasan yang selalu dimunculkan beraroma stigmatik, rendahnya kapasitas sumber daya, susahnya diajak berbicara, dan berkaitan dengan HIV dan AIDS, adat yang selalu dipersalahkan.

Jika cara-cara kerja program seperti ini yang terus dilanggengkan maka tidak perlu terlalu berlebihan jika masyarakat Papua menolak berbagai program, terlebih HIV dan AIDS. Sebab pada dasarnya mereka hanya menjadi objek program dari berbagai kalangan dengan menghabiskan miliaran rupiah.

Mencermati berbagai gagasan, kritik dan saran, sudah saatnya berbagai kalangan yang mengembangkan program di Papua untuk bisa melakukan langkah-langkah perbaikan. Tidak perlu rasanya harus merasa alergi dan seakan merasa melakukan kesalahan manakala melakukan revisi strategi dan kegiatan-kegiatan. Sebab kita semua sepakat, apa pun yang kita lakukan di Papua adalah untuk masyarakat Papua, bukan demi program itu sendiri.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top