Memperluas Akses Informasi HIV dan AIDS Melalui Seni Budaya

by

Seni budaya diharapkan bisa memperluas akses informasi dan perjuangan tentang isu Kesehatan Reproduksi dan Seksual [HIV dan AIDS], gender serta HAM. Demikian harapan Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam kata sambutan yang dibacakan Djoko Dwiyanto, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DIY, saat membuka secara resmi Festival Seni Tradisi 2009 PKBI DIY, malam ini (4/12)

“Saya menyambut baik rangkaian kegiatan Pekan Seni Budaya ini,” kata Sultan.

Dalam sambutannya, Sultan juga menekankan arti pentingnya seni budaya bangsa pada situasi seperti ini. Fungsinya untuk menyeimbangkan kehidupan masyarakat dan ikut serta dalam membangun solidaritas kebangsaan dalam masyarakat yang serbag majemuk. “Sebagai salah satu unsur modal atau potensi untuk memperkuat keberadaan dan kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Seni Budaya, menurut Sultan, juga bisa menjadi sarana melakukan kompetisi yang sehat untuk memajukan nilai-nilai universal, seperti keadilan, kesetaraan dan demokrasi nilai-nilai kebangsaan. Karenanya seni budaya harus dipertahankan keberadaanya dengan menampilkannya di gtenagh kehidupan masyarakat, sehingga akan terus hidup, yang akan diwarikan kepada generasi selanjutnya.

Memilih seni budaya sebagai sarana sosialisasi nilai, tidak saja dapat mencipatakan suasana damai dalam masyarakat, tetapi pendekatan seni budaya juga akan melahirkan kesantunan, kelembutan, ketenangan batin serta harmoni dalam masyarakat. Karena yang disentuh adalah dimensi batin atau rasa. “Maka kesenian akan mengasah ketajaman batin dan rasa manusiawi, sehingga lebih peka untuk menangkap esensi nilai,” katanya.

Dalam rangkaian pembukaan ini, menampilkan pertunjukan reog dari Kulonprogo, dengan mengetahkan pagelaran kisah Ramayana. Sebuah kisah pertikaian antara dunia baik, yang diwakili oleh alam manusia dan dunia buruk yang direpresentasikan dengan dunia raksasa yang hidup dalam hutan belantara. Selain itu, tampil juga penari-penari cilik, para pelajar dari Kulonprogo, tarian dari UKM Swagayugama UGM, pentas dari DPD KNPI DIY, dan tarian tradisional dari Papua yang dipersembahkan oleh teman-teman Victory Plus Yogyakarta.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *