Menjadi Remaja Bertanggung Jawab, Jambore Kesehatan Reproduksi Remaja 2010

by

Banyaknya institusi pendidikan di tingkat dasar sampai perguruan tinggi di Kabupaten Sleman membuat sejumlah pihak merasa khawatir akan dampak yang mungkin muncul dari pergaulan seperti hubungan seks yang tidak aman. “Menyadari keadaaan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengadakan Jambore Kesehatan Reproduksi Remaja,” ungkap Iir, salah seorang fasilitator Jambore Kesehatan Reproduksi Remaja, 28-29 Juli 2010.

Jambore ini diikuti oleh 200 remaja dari 25 SMA di Kabupaten Sleman. Para remaja tersebut diajak untuk lebih mengenal dirinya sendiri, khususnya terkait dengan organ reproduksi mereka. Menurut Alfin, salah seorang fasilitator, remaja perlu diberikan informasi terkait perubahan hormonal yang terjadi dan berpengaruh pada perkembangan alat seksual mereka. Selain tentang organ reproduksi, peserta juga dibekali dengan informasi mengenai pacaran sehat, gaya hidup yang baik, serta ketrampilan komunikasi intra sekaligus interpersonal. Harapannya setelah mengikuti Jambore ini, para remaja dapat membagikan materi yang diberikan pada teman-temannya di sekolah dan menjadi konselor sebaya.

Agar materi dapat tersampaikan dengan baik, panitia menggunakan metode outbond dan games. Cerdas cermat yang biasanya menggunakan meja dan peserta berebut dengan memencet bel, dalam Jambore kali ini dimodifikasi melalui games sehingga tidak terlalu terkesan serius. “Metode ini dipilih agar para peserta dapat menikmati acara dan sekaligus membangun suasana yang akrab,” kata Iir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *