Perlu Perubahan Mekanisme Konseling HIV, Jender, HAM dan Difabel

by

Transmisi HIV di kalangan perempuan, berelasi kuat dengan kekerasan terhadap perempuan. Sayangnya, proses konseling terhadap perempuan yang mengalami kekerasan tidak dikembangkan pada soal transmisi HIV. Terlebih soal HAM dan difabel, semakin tidak terpehatikan.

Kita mendorong adanya sinergitas isu ini. Masuknya melalui proses konseling yang selama sudah dilakukan banyak pihak,” kata Maesur Zakky, Manajer Program Youth Center, dalam pembukaan Pelatihan Konselor bagi Organisasi yang menangani isu Kesehatan Reproduksi [HIV dan AIDS], Jender, HAM dan Difabel, pekan silam.

Lebih Jauh, Zakky mengatakan dengan sinergitas isu ini, pelayanan terhadap perempuan bisa semakin baik terhadap dan komprehensif. Kerangka ini juga akan memiliki kontribusi bagi proses penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia.

Agenda gerakan semacam ini, menurut Sri Kusyuniati, Ph.D, Country Representative World Population Foundation (WPF) Indonesia, bukan persoalan sederhana. Selain sulitnya melakukan sinergitas secara paradigmatik, juga memerlukan kesiapan para konselor untuk menerima klien dari kelompok yang termarjinal. Misalnya, kesiapan menerima perempuan yang HIV positif, berpendidikan rendah, mengalami perkosaan, dan kemudian hamil. “Dalam kasus yang kompleks seperti ini, konselor harus memiliki pengetahuan luas tentang kesehatan reproduksi, HIV & AIDS, HAM, dan jender,” katanya.

Sri Kusyuniati juga mengkritisi soal sistem rujukan yang perlu ditinjau. Karena pola seperti ini bisa memungkinkan sistem rujukan dijadikan alasan untuk menghindar atau tidak menerima klien.

konselor pada akhirnya tidak hanya memberikan layanan konseling. Karenanya, konselor harus memiliki wacana yang luas, berpikiran terbuka, dan mampu memberi solusi bagi klien. Namun kemampuan untuk mengerti dan waspada terhadap bahaya kekerasan lebih penting bagi perempuan untuk melindungi dirinya sendiri. “Perempuan menjadi lebih berani dalam menuntut keadilan atas kekerasan yang dialaminya,” kata Sri Kusyuniati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *