Presiden Mengingatkan Pentingnya Kepemimpinan dan Kerjasama

by

Kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan penanggulangan HIV dan AIDS. Kehendak untuk terus menerus melakukan kerjasama berbagai pihak, menjadi prasyarat lain yang akan mendukung keberhasilan itu.

“Tanpa kepemimpinan penanggulangan HIV dan AIDS akan sporadis dan tidak fokus,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat membuka Konferensi Internasional ke-9 tentang AIDS di Asia dan Pasifik (ICAAP), di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Nusa Dua, Bali, Indonesia, (9/8).

Kerjasama yang menjadi perhatian Yudhoyono, berkaitan dengan agenda-agenda riset dan pengembangan, yang bisa dilakukan antara pemerintah dan sektor swasta (private sector). “Untuk memenangkan peperangan melawan AIDS,” katanya.

Karenanya, Yudhoyono sangat menghargai berbagai kerjsama yang selama ini telah dibangun di antara berbagai pihak, pemerintah, masyarakat sipil, lembaga-lembaga dana, dan komunitas-komunitas yang tidak diuntungkan.

“Kerjasama pemerintah dengan civil society, faith-based organization, dan populasi kunci menunjukkan hasil yang baik,” katanya.

Indonesia sendiri, walaupun mengalami berbagai krisis akibat bencana alam, gempa dan tsunami, flu burung, flu babi dan juga pengeboman oleh para teroris, menurut Presiden, banyak terjadi kemajuan dalam merespons persoalan AIDS. Tidak saja pembentukan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) yang langsung memberikan laporan kepadanya, tumbuhnya NGO dan Kelompok Dukungan Sebaya, dikembangkannya pusat layanan dan penyediaan arv secara gratis, dengan ditunjukkan peningakatan terus menerus anggaran yang disediakan pemerintah.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *