Raperda Perlindungan Anak dan Perempuan Korban Kekerasan Dikritisi

by
YOTHA (Youth Association) dan SUKMA (Suara Komunitas untuk Keberagaman) menggelar audiensi ke Panitia Khusus Peraturan Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Propinsi D.I. Yogyakarta (24/4). Audiensi ditujukan untuk mengkritisi isi rancangan Perda yang sedianya akan segera disahkan oleh legislatif.
Audiensi diterima oleh Ketua Pansus Raperda Perlindungan Anak dan Perempuan Korban Kekerasan, Abdul Halim Muslih, yang menyampaikan bahwa saat ini pembahasan Raperda masih berlangsung. Jejaring dan lembaga pendampingan bisa memberikan masukan. “Masukan ini nanti akan dibahas dalam rapat kerja,” jelasnya.
Diskusi diawali dengan pertanyaan Nina dan Desi, koordinator Youth Forum, yaitu bagaimana Raperda ini dapat mengakomodasi permasalahan-permasalahan yang berada dalam masyarakat, seperti kekerasan pada anak, dimana banyak sekali kasus pelecehan seksualitas, KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga), stereotipe, stigma, KTD (Kehamilan Tidak Direncanakan), dan masih banyak hal lainnya yang mungkin dapat terjadi kapan saja. Kekerasan ini juga tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga berdampak secara psikologis kepada korban. “Si korban” akan mengalami depresi bahkan pengucilan yang dilakukan oleh masyarakat melalui pemberian stigma dalam kehidupan sehari-harinya.
Koordinator PPPSY menambahkan bahwa data di lapangan tahun 2011 menunjukkan sebesar 10% kasus prostitusi menimpa anak-anak dan remaja dengan usia 17-24 tahun. Diharapkan Raperda ini dapat mengembalikan hak-hak anak yang hilang karena masa remajanya direnggut dalam kasus seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Hak-hak tersebut antara lain kehidupan yang layak dan penghilangan label negatif dalam bermasyarakat.
Menurut Ami. Koordinator P3SY, komunitas yang tergabung dalam SUKMA dan YOTHA akan terus mengkritisi Raperda tersebut agar nantinya jika disahkan akan menjadi Perda yang bisa benar-benar melindungi perempuan dan anak.
edL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *