SPAY: Menuntut Segera Akui Pekerja Seks Sebagai Profesi

by

Tingginya kasus infeksi HIV di Yogyakarta,  sampai September 2009 terdata sebanyak 839 kasus, merupakan dampak dari Stigma HIV dan AUDS sebagai persoalan amoral”. Lalu melahirkan perlakuan diskriminatif.

Problem ini, menurut Netty, Koordinator SPAY, karena kesalahan cara pandang dalam merespons epidemi virus. Pandangan ini didominasi oleh sisi medis-biologis dan kesalahan perilaku mereka yang terinfeksi. “Faktanya, problem HAM dan gender sangat menentukan,” katanya,  di sela-sela aksi damai peringatan Hari AIDS Internasional, di perempatan Kantor Pos Besar, Yogyakarta, pagi ini (1/12).

Karenanya, Dinar, aktivis Minority, CBO (community-based Organization) remaja jalanan di Yogyakarta, menolak keras perlakuan stigma dan diskriminasi terhadap mereka dengan mengaitkan sebagai populasi kunci. “Kami remaja jalanan bukan penyebar HIV dan AIDS, jangan stigma dan diskriminasikan kami,” katanya.

Aksi yang dimotori SPAY (Solidaritas Peduli AIDS Yogyakarta), yang beranggotakan berbagai elemen gerakan penanggulangan AIDS, antara lain PKBI DIY, Yayasan Kembang, PLU Satu Hati, Victory Plus, dan IHAAP, dan didukung Kontras, PKNI, DUNAR, Minority, Ebeneizer, KPA Kota Yogyakarta, KPA Provinsi, KDS Dimas, dan KDS Diajeng.

SPAY menuntut agar pemerintah memberikan pendidikan Kesehatan Rproduksi, termasuk HIV dan AIDS yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan. Menyediakan layanan kesehatan yang murah, terjangkau, berkualitas dan non-iskriminatif pada seluruh warga negara.

Pemerintah juga dituntut untuk menyediakan jaminan layanan dan informasi HIV dan AIDS, VCT (Test HIV sukarela dengan konselling), jaminan layanan pemeriksaan dan CST (tindak lanjut pasca test positif) bagi mereka yang terinfeksi.

Pemerintah juga harus segera mengakui pekerja seks sebagai profesi dan hidup di jalanan sebagai hak yang harus dilindungi. Termasuk segera memberlakukan Perda HIV dan AIDS yang memberikan jaminan pengakuan dan jaminan hak seluruh warga negara tanpa membedakan identitas jender dan orientasi seksual.

SPAY juga menuntut adanya jaminan keselamatan, perlindungan hukum, perlindungan kesehatan bagi pekerja seks, remaja jalanan, LGBTQ, korban NAPZA, remaja dan masyarakat desa. Mencabut segala bentuk kebijakan yang diskriminatif terhadap perempuan, komunitas jalanan, pekerja seks, LGBTQ dan korban napza.***

Novan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *